5 Tempat Wisata di Temanggung

  5 Tempat Wisata Temanggung

              1. Hutan Pinus Sigrowong
Hutan Pinus di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (foto Edy Santry)
Jika kita membayangkan hutan, maka akan terbayang dibenak kita adalah pohon-pohon besar dan  hal – hal yang menyeramkan. Namun tidak demikian jika kita masuk Hutan Pinus Sigrowong di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Saat kita memasuki perbukitan yang ditumbuhi ribuan pohon pinus tersebut, akan terbesit kedamaian dan nuansa romantisme alam,apalagi tempat yang terletak sekitar 5 Km dari pusat Ibu Kota Kecamatan Kandangan ditunjang dengan udara yang sangat sejuk. Hal ini menambah siapapaun yang datang, ingin berlama-lama tinggal ditempat tersebut.
Pun saat kita memasuki Taman Gua Sigrowong, jalanan yang ditata dengan apik dan bersih serta menghubungkan antara gazebo satu dengan lainya, menambah suasana keindahan khas wisata alam. Hamparan kebun kopi di sela-sela pepohonan pinus ditempat ini juga berbeda dengan kebun kopi didaerah lain. Kebersihan dibawah pohon-pohon kopi di tempat ini sangat terjaga sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkan untuk bersantai sambil berselfie.
Nama Hutan Pinus Sigrowong atau Taman Gua Sigrowong sendiri tak lepas dari keberadaan sebuah lubang /gua yang berada di tengah hutan pinus tersebut. Menurut cerita, konon gua kecil berdiameter sekitar 80 cm dan berkedalaman sekitar 7 meter tersebut dulunya adalah persembunyian para Tentara Pelajar di Temanggung pada saat Belanda melakukan agresi dalam kurun waktu 1949-1950.
Hutan Pinus Sigrowo, digemari offroader
Potensi wisata selain adanya Gua Sigrowong, hutan pinus di tempat ini ternyata sudah terbiasa menjadi ajang para atlit offroad Nasional berlaga. Beberapa kali sudah dihelat event offroad berkelas nasional. Keadaan yang masih alami dengan lebatnya hutan menjadi sajian tersendiri dari para offroader saat melintas.
Selain  ada track untuk offroad terdapat pula camp area yang sangat aman dan nyaman. Sumber air yang melimpah menjadi camp area ini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Gazebo-gazebo yang dipasang oleh pengelola diatas pohon-pohon pinus, memnambah daya tarik tersendiri buat siapapun yang datang untuk sekedar menatap keindahan hutan sambil mengabadikannya melalui foto-foto selfie.
Harga tiket : 5.000 per orang





2. Embung Kledung
Embung Kledung merupakan waduk mini atau kolam raksasa yang dibangun di lereng Gunung Sindoro bagian selatan. Embung ini dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru. Daya tarik yang ditawarkan oleh obyek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sumbing atau Gunung Sindoro yang berdampingan.
Embung Kledung berada di desa Kledung, kecamatan Kledung, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
 Lokasi Embung Kledung berada di dekat jalan raya penghubung Parakan (Temanggung) dengan Wonosobo tepatnya di daerah Kledung. Dari pusat kota Temanggung ikuti jalan ke arah barat/utara menuju ke Parakan. Dari Parakan, pilihlah jalan menuju ke arah Wonosobo pada papan petunjuk arah. Kondisi jalan perlahan-lahan mulai menanjak dan tampak pemandangan Gunung Sindoro di sisi kanan dan Gunung Sumbing di sisi kiri. Saat memasuki wilayah kecamatan Kledung, carilah jalan masuk menuju Embung Kledung yang satu jalur dengan jalan masuk menuju Pos Pendakian Gunung Sindoro di daerah Kledung. Jalur ini letaknya berada setelah melewati gang masuk Wisata Alam Lembah Posong.
Jalan atau gang masuk menuju Embung Kledung Temanggung masih berupa jalan batu yang dipadatkan atau sering disebut makodam. Jalan tersebut belum lebar dan masih sedikit kesulitan bila ada dua buah kendaraan roda empat yang bersimpangan. Di setiap simpangan jalan sudah terpasang papan petunjuk arah sehingga pengunjung tidak perlu bertanya kepada penduduk sekitar. Sekitar lima menit perjalanan akhirnya pengunjung tiba di area parkir.
Embung Kledung
Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 3.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-
Parkir Mobil: Rp 5.000.-




3. Curug Titang

Curug Titang merupakan potensi wisata air terjun yang masih alami di daerah Tembarak Temanggung. Keberadaan air terjun ini jarang didengar karena kurangnya promosi dan belum dikelola baik oleh pemerintah setempat maupun dari warga masyarakat sendiri. Air terjun ini cukup berpotensi menjadi obyek wisata unggulan karena memiliki ketinggian yang cukup dan derasnya aliran air terjun.

Curug Titang terletak di aliran sungai Lungge, perbatasan antara dusun Titang, desa Nampirejo dengan dusun Durenan, desa Tembarak, kecamatan Tembarak, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Tangga Menuju Curug Titang Temanggung

Lokasi Curug Titang berada di sebelah selatan wilayah kabupaten Temanggung. Rute termudah menuju air terjun ini dari kota Temanggung ke arah selatan menuju kecamatan Tembarak. Papan petunjuk arah menuju Tembarak banyak ditemukan disetiap persimpangan jalan besar sehingga pengunjung tidak perlu takut tersesat. Saat tiba di pusat kota kecamatan Tembarak carilah letak dusun Durenan yang dekat dengan kantor kecamatan Tembarak.

Pemandangan Curug Titang Temanggung

Kendaraan pengunjung Curug Titang Temanggung hanya dapat dilalui hingga area dusun Durenan saja. Pengunjung dipersilakan memarkir kendaraan di halaman rumah penduduk dan jangan lupa meminta ijin terlebih dahulu. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak diantara rumah warga dan area persawahan. Saat tiba diujung area persawahan kondisi jalan mulai menurun menuju aliran sungai yang ada dibawahnya. Pengunjung diharapkan berhati-hati karena kondisi tanah yang basah cukup licin. Setelah menuruni beberapa puluh anak tangga akhirnya pengunjung tiba di dasar air terjun.

Baca Juga  Air Terjun Banyumala, Surga Kecil Di Perbukitan Wanagiri Buleleng
Tebing Di Sekitar Curug Titang Temanggung

Pemandangan Curug Titang terlihat alami dengan jatuhan air terjun langsung mengarah ke dasar tebing. Air terjun ini memiliki karakteristik sebagai air terjun tunggal dan tidak ditemukan air terjun lain di dekatnya. Ketinggian air terjun ini diperkirakan lebih dari 20 meter. Kolam alami yang terbentuk dibawah jatuhan air sepertinya cukup dalam dan dapat digunakan untuk berenang. Pengunjung tidak dilarang untuk berenang namun diharapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan karena tidak ada penjagaan.

Saat mengamati tebing disekeliling Curug Titang Temanggung masih dipenuhi rerimbunan pohon dan tumbuhan lumut. Pada sebuah sisi tebing terdapat sumber mata air yang langsung mengarah ke aliran sungai. Bebatuan kali atau sungai banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai di sekeliling kolam dasar air terjun.
Harga tiket masuk : Gratis




4. POSONG
keindahanpanoramanya, Posong menyimpang sebuah sejarah yang tidak diketahui banyak orang. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, lereng Gunung Sindoro yang masuk ke area Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung itu sempat menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa dalam melawan penjajah.
Pasalnya area lereng tersebut pernah menjadi Pos pertahanan prajurit Pangeran Diponogoro saat melawan pasukan Belanda. “Kalau berdasarkan cerita warga, dulu di sini merupakan Pos Prajurit Pangeran Diponogoro,” kata Pengelola Destinasi Wisata Posong, Fasiin belum lama ini.
Namun karena pasukan penjajah berhasil mengendus keberadaan pos rahasia tersebut, akhirnya para prajurit pindah ke Lereng Sindoro yang lokasinya jauh lebih tinggi di sebelah utara. Lantaran ditinggalkan, pos itu kemudian disebut dengan Posong yang merupakan singkatan dari Pos Kosong.
Selama berpuluh-puluh tahun area pun Posong dibiarkan tak terurus. Akibatnya semak belukar dan pepohonan liar tumbuh begitu saja, lalu membuat lokasi tersebut tampak seperti kebun warga biasanya.
Namun seiring berjalannya waktu, Posong kembali ditemukan dan mulai dikelola secara profesional sebagai destinasi wisata sejak 2009 lalu. Selain memiliki panorama yang cantik, lokasi Posong mampu membuat mata menjangkau area yang cukup luas.
Dari sana, siapapun bisa melihat seluruh wilayah Kabupaten Temanggung secara jelas. Maka itu tak heran jika Posong sempat dijadikan sebagai pos penyerangan dan pertahanan oleh Pasukan Pangeran Diponorogo. Sebab dari sana, Pasukan Pangeran Diponogoro bisa memantau pergerakan Belanda.
Namun saat ini Posong telah berubah wujud menjadi salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Temanggung. Beberapa wahana outdoor pun ada di sana. Seperti flying fox dan gardu pandang.
Harga tiket masuk: Rp. 7.000





5. Candi Liyangan.
Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sundoro, tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008.[1]
Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang. Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian.


Harga tiket masuk : Rp.10.000
Parkir sepeda motor: Rp. 2.000
Parkirmobil : Rp. 3.000



Komentar

Posting Komentar